POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Pembalap muda KTM, Pedro Acosta menganggap, MotoGP era sekarang berbeda dengan era dulu. Jika sebelumnya pemenang ditentukan dari kualitas pebalap, kini tergantung motor dan teknisinya.
Acosta menjelaskan, satu dekade lalu, pebalap hebat bisa memenangkan balapan hanya dengan motor biasa-biasa saja. Namun, saat ini, fenomena tersebut hampir mustahil terjadi.
"Olahraga ini semakin menjadi olahraga para insinyur. Sepuluh tahun yang lalu, Anda tidak membutuhkan motor terbaik untuk menang. Itulah mengapa, kita melihat pertarungan antara Honda dan Yamaha," ujar Acosta, dikutip dari Motosan, Jumat (19/6).
"Memang benar mereka adalah dua motor terbaik di kompetisi, namun yang satu akan berkinerja lebih baik di satu trek dan yang lain di trek berbeda," tambahnya.
Kini, setangguh apapun pebalap, jika motor dan teknisinya kurang mumpuni, akan sulit meraih kemenangan. Dia melihat, MotoGP lama-lama makin menyerupai Formula 1 alias F1.
"Sekarang sangat sulit berada di depan dalam balapan apa pun tanpa senjata yang tepat. Kita harus mengakui itu. Pada akhirnya, saya pikir Formula 1 lebih buruk, namun (MotoGP) lama-lama juga bergerak ke arah sana," tuturnya.
Bukan hanya itu, pebalap juga menjadi ketergantungan dengan teknologi yang tertanam di motor. Jika bekerja baik, kemungkinan mereka menang terbuka lebar. Namun, di momen tertentu, perangkat elektronik yang terlalu rumit justru membuat kendaraan mengalami masalah di tengah perlombaan.
"Sekarang kita memiliki motor yang sangat canggih secara teknologi: jika perangkat belakang tidak berfungsi dengan baik, Anda akan terjebak. Ada banyak hal di luar kendali para pebalap," ungkapnya.
"Saya pikir siapa pun yang berprestasi dengan motor modern melakukannya karena risiko ekstra yang harus mereka ambil," kata dia menambahkan.
(wan/bbs)