POSMETRO MEDAN, Amerika Serikat- Kejutan besar yang diciptakan Paraguay dan tersingkirnya salah satu raksasa sepak bola dunia, Jerman di babak 32 besar menjadi perbincangan tersendiri di kalangan pencinta sepak bola dunia.
Salah satu pertanyaan dan kontroversi paling mencolok adalah dibatalkannya gol Jonathan Tah oleh wasit setelah melalui proses peninjauan VAR (Video Assistant Referee).
Pada babak pertama perpanjangan waktu pertandingan babak 32 besar Piala Dunia di Stadion Boston, bek Bayern Munich itu tampaknya telah membawa Jerman unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan tersebut.
Namun, setelah Tah selesai merayakan golnya bersama rekan setimnya, terjadi penundaan sebelum pertandingan dapat dimulai kembali.
Situasi itu terjadi setelah para pemain Paraguay mengajukan protes bahwa kiperOrlando Gill telah dilanggar dan wasit Jalal Jayed disarankan untuk memeriksa VAR terkait insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan.
Setelah peninjauan, Jayed mengeluarkan pernyataan kepada penonton, menjelaskan bahwa gol tersebut dibatalkan karena pelanggaran telah dilakukan oleh pemain pengganti Jerman, Waldemar Anton.
Keputusan itu mendapat respons dari mantan kapten Inggris, Alan Shearer, yang menjadi komentator untuk BBC. Kendati tidak menampik adanya pelanggaran yang dilakukan Waldemar Anton, namun dia menilai pelanggaran itu sangat ringan.
"Tidak bagi saya, saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan itu," katanya.
"Saya tidak setuju dengan itu. Kiper menerima itu. Sangat ringan."
Pembatalan gol Jerman itu menjadi titik balik di Boston karena kedua tim tidak dapat mencetak gol kemenangan sebelum akhir babak perpanjangan waktu, yang mengakibatkan adu penalti pertama di Piala Dunia 2026.