POSMETRO MEDAN,Amerika Serikat — Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, menjadi sorotan usai membuat isyarat menyilangkan tangan berbentuk huruf X kepada wasit Francois Litxer saat Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Gestur yang dilakukan pada menit-menit akhir laga itu langsung memicu perdebatan karena memiliki dua makna berbeda dalam dunia sepak bola.
Kekalahan Mesir terasa sangat menyakitkan setelah sempat unggul dua gol lebih dulu melalui Yasser Ibrahim dan Mustafa Zico hingga menit ke-67.
Namun, Argentina berhasil bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández yang memastikan kemenangan pada menit kedua masa injury time.
Sejak peluit akhir dibunyikan, perhatian publik tak hanya tertuju pada kebangkitan Argentina, tetapi juga pada gestur kontroversial Hossam Hassan yang diarahkan kepada wasit asal Prancis tersebut.
Banyak pihak mempertanyakan apakah isyarat itu merupakan tuduhan serius atau sekadar bentuk protes terhadap kepemimpinan pertandingan.
Gestur menyilangkan kedua tangan di pergelangan tangan atau membentuk huruf X kini menjadi bagian resmi dari protokol FIFA untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme dalam pertandingan.
Isyarat itu diperkenalkan setelah Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand, pada 17 Mei 2024 sebagai bagian dari kebijakan tanpa toleransi terhadap diskriminasi.
Protokol tersebut dirancang agar pemain, pelatih, staf, maupun ofisial pertandingan memiliki cara yang mudah dikenali untuk melaporkan dugaan pelecehan rasial di lapangan.
Ketika isyarat itu digunakan, wasit dapat menghentikan pertandingan dan menjalankan prosedur investigasi sesuai regulasi FIFA.