POSMETRO MEDAN, Inggris--Dongeng terindah dalam sejarah sepak bola Inggris itu kini resmi berubah menjadi mimpi buruk. Leicester City, klub yang sedekade lalu bikin dunia merinding usai menjuarai Premier League, kini terpuruk ke kasta ketiga dan terpaksa dijual!
Pada musim 2015/2016, The Foxes adalah raja. Namun setelah keajaiban itu, skuat emas mereka perlahan digembosi. Bintang-bintang utama dibajak raksasa, seperti Riyad Mahrez ke Man City dan N'Golo Kante ke Chelsea.
Sejak saat itu, kejayaan Leicester runtuh tak bersisa. Aiyawatt Srivaddhanaprabha awalnya menolak melepas klub. Namun, mereka tampaknya tak sanggup lagi menahan pendarahan finansial.
Dalam lima tahun terakhir, Leicester merugi gila-gilaan dengan angka: 92,5 juta, 89,7 juta, 19,4 juta, dan terbaru 71,1 juta Pounds. Puncaknya pada Februari 2026 kemarin, mereka melanggar aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).
Hukuman pengurangan poin pun dijatuhkan, yang berimbas tragis dengan terdegradasinya klub dari Championship ke League One untuk musim 2026/27.
Keluarga Srivaddhanaprabha akhirnya menyerah dan menjual klub dengan proposal "Project Lineup". Mereka membuka harga mulai dari 222 juta Pounds (Rp 5,4 triliun).
Penawaran ini sudah termasuk seluruh portofolio mewah klub seperti Stadion King Power, pusat pelatihan Seagrave, dan Belvoir Drive yang bernilai 204 juta Pounds.
Akan tetapi, para pakar keuangan menaksir nilai riil Leicester City saat ini hanya ada di angka 150 juta Pounds (Rp 3,6 triliun) mengingat performa mereka yang kini berstatus tim kasta ketiga dengan tumpukan kerugian. (GS/TikTok)