POSMETRO MEDAN, Portugal-- Dunia sepak bola mengenal nama Fabio Paim sebagai salah satu contoh "kegagalan terbesar" yang disebabkan hilangnya kedisiplinan dan gaya hidup berlebih.
Saat Cristiano Ronaldo bergabung dengan Manchester United pada 2003, sang bintang muda Portugal bahkan pernah berkata: "Jika kalian pikir saya hebat, tunggu sampai kalian melihat Fabio Paim."
Namun, nasib keduanya berbanding terbalik. Sementara Ronaldo mengumpulkan trofi dan menjadi legenda, Paim menjalani karier yang penuh jatuh bangun, termasuk sempat mendekam di penjara akibat kasus narkoba.
Kini, di usia 36 tahun (lahir 15 Februari 1988), mantan pemain pinjaman Chelsea itu mengejutkan publik dengan debutnya di industri filmdewasa alias fim bokef.
Berbicara kepada media Portugal, termasuk Correio da Manhã, Paim mengaku sangat puas dengan babak baru hidupnya.
"Saya berhasil mewujudkan dua impian terbesar saya: membuat filmdewasa dan dikelilingi oleh wanita-wanita luar biasa," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berdiri di depan kamera terasa sulit, namun ia merasa punya bakat di bidang itu dan menikmati prosesnya.
Paim, yang dulu dianggap sebagai salah satu bakat terbesar di akademi Sporting CP bersama Ronaldo, hanya menjalani pinjaman singkat di Chelsea pada 2008 tanpa pernah tampil di tim utama.
Setelah itu, kariernya terombang-ambing di berbagai klub kecil di beberapa negara. Masalah disiplin, pesta, dan narkoba menghancurkan potensinya.
Pada 2019 ia ditangkap terkait kasus narkoba dan sempat menjalani masa tahanan di Portugal sebelum akhirnya dibebaskan.