POSMETRO MEDAN, Buriram– Balapan Moto3Thailand 2026 menjadi panggung penting bagi Veda Ega Pratama. Meski hanya finis di kelima, di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026), hasil ini terasa lebih besar dari sekadar posisi.
Sempat tampil menjanjikan sejak pertengahan lomba, Veda bahkan menjaga posisi tiga besar hingga tekanan dari para rival membuatnya harus turun naik posisi di lap-lap akhir.
Sejak lap kesembilan, Veda terlihat nyaman di rombongan depan meski jaraknya terpaut lebih dari dua detik dari posisi kedua.
Duel ketat dengan pembalap Spanyol, Alvaro Carpe di lap kesebelas menunjukkan bahwa Veda bukan lagi pembalap pelengkap. Ia mampu menutup celah dan menjaga ritme, sesuatu yang sebelumnya jarang terlihat dari wakil Indonesia di level Grand Prix.
Drama terjadi sejak memasuki lap ke-13, ketika Veda kehilangan posisi ketiga setelah disalip beberapa pembalap. Namun alih-alih tenggelam, ia justru kembali tampil mengigit.
Naik ke posisi keempat menjelang akhir lomba, lalu sempat merebut posisi ketiga sebelum akhirnya harus puas finis kelima, menunjukkan mental bertarung yang mulai matang.
Balapan sendiri dimenangkan David Almansa (Spanyol) dengan selisih hanya 0,003 detik, atas Maximo Quiles, salah satu finis terketat musim ini. Di tengah duel dramatis tersebut, Veda justru mencuri perhatian karena mampu bertahan di kelompok terdepan hingga akhir lomba.
Finis kelima membuat Veda mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menembus lima besar Grand Prix, melampaui pencapaian Mario Aji yang sebelumnya finis ke-12 di Moto3 Amerika Serikat 2023. Hasil ini juga menempatkannya di posisi kelima klasemen sementara dengan 11 poin.
Lebih dari sekadar rekor, performa di Thailand memberi pesan jelas, Indonesia akhirnya punya pembalap yang mampu bersaing serius di barisan depan Moto3. Jika konsistensi bisa dijaga, finish lima besar ini bisa menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Sementara, pembalap Indonesia lainnya yang turun di kelas lebih tinggi, Moto2 Thailand di Chang International Circuit, Buriram, Mario Aji harus menelan kekecewaan setelah gagal finis.