POSMETRO MEDAN Labuhanbatu - Proses perekrutan Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di lingkungan PTPN IV Meranti Paham (MEP) menuai sorotan. Sejumlah Buruh Harian Lepas (BHL) yang telah mengabdi selama bertahun-tahun mengaku tidak lolos dalam proses seleksi, sementara beberapa BHL yang baru bekerja dalam hitungan bulan justru dikabarkan berhasil diangkat menjadi PKWT.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan pekerja terkait dasar dan mekanisme penentuan peserta yang dinyatakan lolos. Pasalnya, masa kerja yang selama ini dianggap sebagai salah satu bentuk loyalitas dan pengabdian dinilai tidak menjadi pertimbangan utama dalam proses perekrutan tersebut.
Salah seorang BHL yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena tidak masuk dalam daftar pekerja yang diangkat menjadi PKWT, meski telah mengabdi selama bertahun-tahun di perusahaan.
"Kami yang sudah lama bekerja berharap ada perhatian terhadap masa pengabdian. Namun kenyataannya ada yang baru bekerja beberapa bulan justru lebih dulu diangkat," ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pekerja lainnya. Mereka mempertanyakan transparansi dan objektivitas proses seleksi yang dilakukan perusahaan. Menurut mereka, perusahaan perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kriteria dan indikator yang digunakan dalam menentukan kelulusan peserta.
"Kalau memang ada penilaian tertentu, sebaiknya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan dan keresahan di kalangan pekerja," kata seorang pekerja lainnya, yang enggan disebut namanya, di PTPTN IV Meranti Paham (MEP) Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Sabtu, (6/6/2026).
Lebih mengejutkan berdasarkan hasil temuan dilapangan, inisial RA domisili Afd I MEP beberapa kali ikut memanen
langsung ikut ujian, ikut manen sekira 1 bulan sebelum pengumuman lulus PKWT, dan inisial A BHL yang juga doble job, provider security dan manen lolos PKWT. Dengan jumlah keseluruhan yang lolos PKWT dari beberapa Afd sebanyak 14 orang.