POSMETRO MEDAN-Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat pembinaan desa percontohan melalui kegiatan monitoring Program Satu Desa Satu Kecamatan di Desa Enda Portibi, Kecamatan Siatas Barita, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, didampingi perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program PKK berjalan optimal sekaligus mendorong percepatan pembangunan keluarga di tingkat desa.
Dalam arahannya, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menegaskan bahwa Ketua TP PKK Desa memiliki peran strategis sebagai motor penggerak berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, seluruh kader PKK diminta mampu bekerja cepat, terarah, dan berkelanjutan dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Ketua TP PKK Desa harus menjadi penggerak utama di tengah masyarakat. Program-program PKK harus dilaksanakan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian dalam monitoring tersebut adalah upaya percepatan penurunan angka stunting. Ketua TP PKK Taput menilai pemenuhan kebutuhan gizi keluarga harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai sektor.
Untuk mendukung program tersebut, Ny. Neny menginstruksikan Dinas Pertanian agar membantu penyediaan bibit sayuran bagi masyarakat Desa Enda Portibi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi yang dapat menunjang kesehatan ibu dan anak.
"Pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayuran tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga menjadi salah satu upaya nyata dalam mencegah dan menurunkan stunting," katanya.
Selain sektor kesehatan dan ketahanan pangan, perhatian juga diberikan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penguatan ekonomi keluarga. Ketua TP PKK Taput meminta agar seluruh pelaku UMKM di desa didata secara menyeluruh sehingga dapat memperoleh pembinaan dan pendampingan yang tepat.