POSMETRO MEDAN- Mosi tidak percaya dilontarkan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPD) Gebu Minang Sumatera Utara terhadap kepemimpinan Dasril Piliang. Sebab, sejak di bawah kepemimpinannya, ormas (organisasi kemasyarakatan) ini dinilai jalan di tempat dan tidak transparan dalam menjalankan roda organisasi.
Kepada awak media, Sabtu (13/6/2026), Ramadius yang didampingi sejumlah pengurus lainnya, menyampaikan bahwa sejak Musyawarah Luar Biasa (Muswilub) pada 14 Mei 2023 yang menetapkan Dasril Pilliang sebagai Ketua DPW Gebu Minang Sumut, tidak pernah sama sekali mereka (formatuer) dilibatkan dalam pembentukan kepengurusan.
"Sampai 2026 ini, kami sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam rapat pembentukan keoengurusan, bahkan rapat-rapat lainnya. Tentunya hal ini membuat kami bertanya-tanya, apakah organisasi ini masih berjalan," ungkap Ramadius.
Karena tak transparannya kepemimpinan Dasril Plliang, mereka pun menanyakan status kepengurusannya (SK dari DPP Gebu Minang). Dan, hasilnya sungguh mengejutkan.
"Saat mendapati SK dari DPP, kami terkejut, karena nama-nama kami walau masuk dalam kepengurusan tetapi tidak seperti yang disampaikan pasca Muswilub. Bahkan yang bukan berdarah Minang malah menjadi Sekretaris DPW Gebu Minang Sumut. Tertulis di SK DPP M. Azrun, ST, padahal nama sebenarnya adalah M. Azrun Parinduri, ST berdarah Mandailing (Tapanuli Selatan). Ini sangat mencederai hasil Muswilub dan masyarakat Minang di Sumatera Utara. Dia (Dasril Pilliang) dengan semaunya memasukkan nama-nama sesuai kehendaknya, tanpa ada mengadakan rapat sebelumnya," sesal Ramadius.
Untuk itu, ia bersama pengurus yang lain, dalam waktu dekat akan melayangkan somasi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gebu Minang, untuk meminta mencabut hasil Muswilub yang menetapkan Dasril Pilliang sebagai Ketua DPW gebu Minang Sumatera Utara.
"Ada beberapa poin yang akan kami cantumkan dalam surat somasi nantinya. Pertama, Dasril Pilliang tidak menjalankan hasil Muswilub Gebu Minang Sumatera Utara pada tanggal 14 Mei 2023," ungkap Ramadius.
Kedua, lanjutnya, Dasril Pilliang tidak pernah mengundang tim formatuer untuk menyusun komposisi kepengurusan DPW Gebu Minang Sumatera Utara.
"Dan ketiga, bahwa Dasril Pilliang ini banyak mencatut nama-nama orang untuk menjadi pengurus tanpa mensosialisasikan. Dan yang paling penting adalah, ada beberapa formatuer yang tidak menandatangani hasil keputusannya disebabkan tidak pernah ada undangan," ungkap Ramadius.