POSMETRO MEDAN, Siantar -Kebakaran hebat melanda Pasar Dwikora Kota Siantar, Kamis dini hari (18/06/2026) sekira pukul 02.30 WIB.Tak ada korban jiwa.Namun setidaknya, 311 kios tak terselamatkan. Kabar di lokasi kejadian menyebutkan, pasar tradisional Jalan Patuannagari, itu sengaja dibakar. Pelaku sempat ditangkap oleh penjaga malam. Dikurung di kamar mandi pasar, namun berhasil kabur
Kapolres Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, didampingi Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga, terlihat turun langsung meninjau lokasi kejadian. Sesaat pagi api mulai padam total. Lewat Kanit Reskrim Polsek Siantar Utara, Ipda Rivaldo Rajagukguk, polisi menepis kabar miring yang beredar di tengah masyarakat. Bahwa; Pasar Dwikora yang lazim disebut Pajak Parluasan, itu memang sengaja dibakar.
"Untuk isu Pasar Dwikora dibakar OTK (Orang Tak Dikenal) itu, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi tidak ada yang mengetahui bahwa pasar tersebut sengaja dibakar," tegas Rivaldo, seraya memastikan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi.
Dari situlah kemudian diketahui, tidak ada tanda-tanda atau bukti kuat yang mengarah ke sana.
Begitu pun sambung Rivaldo, pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga tuntas.
Sementara itu pengelola Pajak Parluasan di bawah naunganPerusahan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Siantar, lewatDirektur OperasionalEvra Sasky Damanik, memastikan pemicu kebakaran belum dapat dipastikan. Dari hasil pendataan pihaknya, Evra hanya memaparkan setidaknya 311 kios ludes tak bisa diselamatkan.
Di deretan Kios 10 total kios yang terbakar mencapai 54 kios. Lalu di Kios 12 ada 51 kios, Kios 19 sebanyak 16 kios, Serta Kios 76/77 mencapai 36 kios. Seterusnya di Lost A 16 kios, Lost D 79 kios, Lost E 54 kios dan Lost K terdapat 5 kios.
"Jadi totalnya 311 kios yang terbakar. Kita masih memantau terus perkembangan dan sampai hari ini kita terus mendata," ungkap Evra.
Terkait kabar yang menyebutkan jika pasar sengaja dibakar oleh OTK, lalu OTK tersebut berhasil ditangkap petugas penjaga malam dan dikurung di dalam kamar mandi namun berhasil kabur, Evra tak membantah adanya kabar tersebut berseliweran.
Namun, belakangan Evra mengaku sudah mendapat informasi jika kabar tersebut tidak benar adanya. "Saya dengar ada rumor itu. Tapi polisi sudah menepisnya. Kita tentu lebih percaya hasil penyelidikan dari pihak Kepolisian," tegas Evra tapi tak memastikan dari mana pemicu api pertama kali hingga menyebar dan membakar hampir setengah lokasi Pajak Parluasan.