POSMETRO MEDAN, Nias Barat - Lebih kurang enam tahun menantikan pernikahan, pada Senin lalu menjadi sejarah penting bagi Kantor Urusan Agama Kecamatan Mandrehe. Sebab ini merupakan kali pertama KUA Mandrehe selama kurun waktu tersebut mengadakan akad nikah di Balai Nikah KUA Kecamatan Mandrehe - Kabupaten Nias Barat. Pelaksanaan akad nikah berlangsung khitmad dengan Plt. Kepala KUA Kecamatan Sirombu, Sufrin Aceh, S.Pd.I bertindak sebagai wali hakim untuk mempelai Wanita yang kebetulan adalah seorang Muallaf. Pernikahan perdana tersebut, disaksikan oleh kedua keluarga mempelai serta menjadi pengalaman tersendiri juga bagi pegawai disana.
"Alhamdulillah baru saja kita melaksanakan pernikahan dengan pasangan pengantin Mintarsih (Suami) dan Yemima Warufu (Istri) dengan nama Muallaf, Siti Aminah. Keduanya merupakan warga dari Desa Lakhene, Kecamatan Mandrehe. Akad nikah berjalan baik, tidak ada hambatan, bahkan mempelai pria melafaskannya penuh percaya diri dan lancar. Mereka adalah pasangan kedua yang menikah di balai nikah setelah hiatus 6 tahun lamanya", ungkap Sufrin Aceh
Tercatat pernikahan pertama kali di KUA Mandrehe itu terjadi pada tahun 2020. Setelahnya tidak ada lagi pernikahan dan hanya ada beberapa yang mengurus surat rekomendasi dari KUA. Meskipun bukan yang pertama kalinya semenjak KUA ini berdiri, tapi momen pernikahan seperti ini sangatlah berkesan untuk KUA Mandrehe terkhusus Kantor Kemenag Nias Barat. Dikarenakan daerah tersebut mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Katolik, hanya sedikit penduduk beragama Islam bermukim disana, sehingga kepentingan pernikahan atau administrasi lainnya sangat jarang terjadi.
Kasubbag Tata Usaha sekaligus Plt. Pendidikan dan Bimbingan Masyarakat Islam mengungkapkan,"Segala persiapan ini sudah kita ketahui sejak beberapa Minggu sebelumnya melalui koordinasi kita dengan Kepala KUA Mandrehe sebelumnya. Setelah pensiun, Sufrin Aceh kita tugaskan untuk menggantikan posisi sementara mengisi kekosongan disana. Dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai harapan".
"Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi para penghulu dan staf KUA yang dengan penuh semangat melayani masyarakat termasuk menempuh puluhan kilometer untuk membantu penyelesaian administrasi calon mempelai pria hingga terbitlah dokumen yang dibutuhkan dari Pengadilan Agama. Terima kasih kepada semua yang telah terlibat untuk kelancaran pernikahan tersebut", ungkap Kepala Kantor Kemenag Nias Barat, Dr. Martinus Harefa, S.Th., M.Pd.K.
"Jika pelayanan dilakukan dengan sepenuh hati, kehadiran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Mari sama-sama kita berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara", sahut Martinus Harefa.
Momen ini menjadi bukti bahwa pelayanan Kantor Kemenag Kabupaten Nias Barat hadir hingga ke pelosok desa, memberikan kemudahan, kepastian hukum dan pendampingan bagi masyarakat. Tak lupa momen foto bersama menambah suasana hangat dan kebahagiaan bagi kedua mempelai. (rel).