POSMETRO MEDAN- Praktik pungli alias pungutan liar disebut-sebut masih terjadi di jalur masuk kawasan wisata pemandian air panasSidebuk-debuk, Kabupaten Karo.
Padahal, personel Satpol PP dari Pemprov Sumut dan Pemkab Karo sudah diturunkan untuk pengamanan di lokasi itu, tapi sepertinya tak 'diterge'.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution pun merasa geram dan meminta kepolisian bersikap kooperatif dan menangkapi para pelaku pungli yang masih beraksi di kawasan wisata ini.
"Kemarin kita lihat masih ada pengutipan-pengutipan, tidak semua warga lagi, artinya cuma ada beberapa orang dan beberapa kelompok di sana," kata Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Selasa, 30 Juni 2026.
Bobby menyebut, berdasarkan laporan dari Satpol PP, sejumlah pelaku pungli sebelumnya sudah pernah diamankan. Namun, para pelaku disebut kembali dilepaskan pihak kepolisian.
"Sebenarnya Satpol PP sudah melaporkan mendapatkan nama-namanya, sudah pernah diamankan, cuma setelah diamankan dilepas polisi lagi," ujarnya seperti dalam sebuah postingan anonim Facebook @sekilas sumut yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 1 Juli 2026.
Karena itu, Bobby meminta kepolisian lebih tegas dalam menangani persoalan pungli di kawasan wisata Sidebuk-debuk. Ia juga mempertanyakan alasan kurangnya barang bukti dalam penindakan terhadap para pelaku.
"Jadi kita minta tolong ya polisinya juga kooperatif lah ya. Artinya kalau alasannya kurang barang bukti, kurang barang bukti apalagi ya? Masyarakat sudah mengeluh bahkan ada yang sampai diancam pakai senjata tajam," ucapnya.
Menurut Bobby, pemerintah melalui Satpol PP sudah berupaya maksimal untuk menghapus praktik pungli di kawasan tersebut. Ia meminta polisi segera bertindak agar tidak terjadi gesekan di lapangan.
"Kita dari pemerintah melalui Satpol PP sudah all out. Kalau polisi tidak mau nangkap terus, jangan nanti terjadi bentrok di sana. Harus viral bagaimana lagi agar polisi mau nangkap," tuturnya.