POSMETRO MEDAN
Upaya konkret berupa penghijauan massal harus segera dilakukan di wilayah Sumatera Utara demi menekan emisi karbon sekaligus memitigasi risiko bencana hidrometeorologi.
Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center (YSSC), Hari S Siregar menegaskan, bencana banjir yang belakangan mengepung sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah harus menjadi alarm keras atas rusaknya ekosistem lingkungan.
Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan dan alih fungsi lahan yang tak terkendali wajib dilawan dengan rehabilitasi lingkungan total melibatkan seluruh elemen publik.
"Menjaga keseimbangan alam bukan lagi sekadar pilihan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Penanaman pohon adalah langkah sederhana berdampak besar bagi keselamatan masyarakat di masa depan," tegas Hari kepada wartawan, Rabu, 1 Juni 2026.
Melalui program bertajuk Spirit Green, YSSC kini merangkul pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda untuk menghijaukan kembali kawasan yang terdegradasi.
Hari memaparkan, penanaman pohon ini bukan sekadar pajangan, melainkan taktik krusial untuk meningkatkan daya serap air tanah, mencegah erosi, serta melindungi keanekaragaman hayati.
Selain dampak ekologis lokal, vegetasi yang ditanam juga diproyeksikan menjadi penyerap karbon dioksida (CO2) yang efektif demi meredam laju pemanasan global.