POSMETRO MEDAN- Akhir pekan di awal Juli 2026 seharusnya menjadi lembaran memori indah bagi ribuan anak sekolah yang sedang menikmati masa liburan.
Namun, bagi mereka yang terjebak di jalur wisata Medan-Berastagi, liburan kali ini justru berubah menjadi sebuah drama penyiksaan fisik dan mental yang menyedihkan.
Sepanjang bulan Juni hingga Juli 2026, kemacetan total terjadi secara berulang dan beruntun. Puncaknya pada akhir pekan, 4–5 Juli 2026, kemacetan berada pada titik paling ekstrem.
Jarak yang hanya membentang sepanjang 60 kilometer harus ditempuh dalam waktu 10 hingga 12 jam.
Sebuah catatan waktu yang tidak masuk akal untuk sebuah urat nadi ekonomi utama Indonesia Barat.
Liburan yang Menyedihkan dan Tiket Pesawat yang Hangus
Jalur ini bukan sekadar macet; ia lumpuh total. Ribuan kendaraan mengular tanpa kepastian di tengah jalan yang sempit, terjal, dan dikepung tebing rawan longsor.
Jeritan tangis anak-anak yang kelelahan di dalam mobil berpadu dengan keputusasaan para orang tua.