POSMETRO MEDAN- Sejumlah sopir di Kabupaten Dairi rela menginap di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), karena khawatir kehabisan stok.
Salah seorang sopir Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), B Nababan mengaku dirinya bersama puluhan sopir lainnya sudah mengantre sejak pukul 00.00 WIB dengan menginap di lokasi SPBU di Jalan Pakpak, Sidikalang, hingga SPBU mulai beroperasi pada pagi hari.
Hal senada disampaikan Rajagukguk, sopir dump truk pengangkut batu. Dia pada Senin (6/7/2026) mengaku telah mengantre di SPBU sejak malam hari.
"Kendaraan yang antre didominasi pengguna BBM solar. Makanya kami rela tidur, menginap di SPBU untuk mengantre mendapatkan BBM. Apalagi seminggu belakangan ini kami harus ikut antre karena SPBU baru buka sekitar jam 07.30 WIB. Terus, jam 11.00 WIB atau 12.00 WIB, stok BBM sudah habis," keluh Rajagukguk dalam sebuah postingan anonim facebook @Sidikalang Dairi yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Selasa 7 Juli 2026.
Sementara itu, sejumlah pengelola SPBU di lapangan, dalam beberapa hari terakhir pengiriman BBM dari Medan ke Dairi mengalami keterlambatan.
Mobil tangki pengangkut BBM baru tiba di Dairi sekitar pukul 00.52 WIB hingga 02.39 WIB, sebagaimana laporan para pengawas di masing-masing SPBU.
Akibat keterlambatan ini, operasional SPBU umumnya berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB karena stok BBM telah habis.
"Karena stok cepat habis, SPBU tidak beroperasi lagi sampai menunggu pengiriman berikutnya tiba," ujar pengawas lapangan SPBU Sitinjo.
Dia membenarkan kuota BBM dari Pertamina disalurkan sesuai pesanan masing-masing SPBU.