LAPK: Jangan Biarkan PRSU Kehilangan Jati Diri sebagai Pesta Rakyat

Adam Wizard - Selasa, 07 Juli 2026 14:30 WIB
adam
LAPK meminta pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan PRSU.

POSMETRO MEDAN- Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) meminta penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan PRSU ke-50. Salah satu sorotan utama adalah kebijakan harga tiket masuk yang dinilai semakin membatasi akses masyarakat untuk menikmati ajang yang selama ini dikenal sebagai pesta rakyat.

Sekretaris LAPK, Muhammad Zein Azhary Wajdi Lubis, menegaskan sejak pertama kali digelar PRSU bukan hanya menjadi arena hiburan, melainkan juga etalase pembangunan daerah, promosi potensi Sumatera Utara, sekaligus wadah bagi pemerintah, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat untuk bertemu dalam satu ruang.

"Filosofi itu jangan sampai hilang. Modernisasi penyelenggaraan memang penting, tetapi jangan menggeser semangat kerakyatan yang selama ini menjadi identitas PRSU," ujarnya kepada wartawan di Medan, Selasa (7/7/2026).

Menurut Zein tingginya harga tiket masuk bukan semata persoalan nominal, melainkan menyangkut keterjangkauan masyarakat. Jika masyarakat enggan datang karena biaya yang dianggap mahal, maka dampaknya tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pelaku UMKM, pedagang, peserta pameran, hingga pelaku ekonomi kreatif yang menggantungkan pendapatan dari ramainya pengunjung.

"Semakin banyak masyarakat yang hadir, semakin besar pula transaksi ekonomi yang tercipta. Karena itu, harga tiket seharusnya menjadi instrumen untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, bukan sekadar mengejar penerimaan," katanya.

Selain persoalan tiket, LAPK juga menilai PRSU membutuhkan terobosan agar mampu kembali menjadi magnet masyarakat di tengah semakin banyaknya pilihan hiburan saat ini.

Zein menyebut penyelenggara perlu menghadirkan konsep yang lebih inovatif melalui pemanfaatan teknologi digital, pameran yang interaktif, promosi produk unggulan daerah yang lebih menarik, serta memperluas ruang bagi UMKM, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif.

"Masyarakat akan datang jika PRSU mampu menawarkan pengalaman yang berbeda, nyaman, dan selalu menghadirkan sesuatu yang baru setiap tahun," ucapnya.

LAPK juga menilai PRSU dapat belajar dari keberhasilan Jakarta Fair yang mampu bertahan sebagai salah satu pameran terbesar di Indonesia. Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak hanya ditopang kemegahan acara, tetapi juga tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, serta kemampuan menghadirkan jutaan pengunjung setiap tahun.

Karena itu, LAPK mendorong panitia PRSU bersama Pemprov Sumut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari kebijakan harga tiket, kualitas acara, inovasi, hingga kenyamanan pengunjung.


Editor
: P. Silalahi

Tag:

Berita Terkait

Sumut

Pemkab Deli Serdang Tampilkan Potensi Unggulan dan Mini Mall Pelayanan Publik pada PRSU ke-50

Sumut

Bupati Karo Hadiri Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50

Sumut

Bupati Taput Siap Optimalkan Paviliun Daerah untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat

Sumut

Ayo! PRSU ke-50 Sudah Buka, Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Daerah

Sumut

Pemkab Asahan Berharap PRSU Dongkrak Promosi Potensi Unggulan Daerah

Sumut

Wakil Wali Kota Medan Harap PRSU ke-50 Jadi Etalase Promosi Potensi Daerah