POSMETRO MEDAN,Percut Seituan – Di tengah peluh dan jerit warga yang antre demi setetes bahan bakar, sebuah drama kelam justru tersaji terang-terangan di SPBU Jalan M. Yakub Lubis, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Penampakan diduga mafia penimbunBBM bersubsidi jenis Pertalite kembali terendus, menyisakan luka mendalam bagi rasa keadilan masyarakat.
Lebih dari 7 unit becak barang rakitan bermesin Suzuki Thunder (motor yang terkenal memiliki tangki berkapasitas raksasa) tengah melakukan pengisian yang mencurigakan.
Bagaikan sutradara yang mengatur skenario, sang pengendara becak dengan sengaja menerobos masuk ke jalur pengisian mobil (roda 4). Ini bukan tanpa alasan. Strategi licik ini sengaja dipilih demi mempermudah pasokan volume besar sekaligus mengelabui mata publik yang sibuk mengantre di jalur sepeda motor.
Lebih menyayat hati, aksi ini bukan sekadar pengisian biasa. Bak sebuah mesin estafet, para pelaku kedapatan bolak-balik melakukan pengisian secara berulang di dispenser yang sama.
"Sangat jelas, mereka bolak-balik masuk jalur roda empat. Menggunakan tangki rakitan dan motor Thunder yang dimodifikasi, jelas ini bukan untuk konsumsi pribadi. Ini aksi penimbunan yang telanjang di depan mata!" ketus salah satu warga, di lokasi dengan nada geram, meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Bahkan para pelaku dengan berani dan lantang menghardik, mengancam serta mengusir siapa saja yang mencoba merekam aksi mereka.
"Kami orang asli sini. Ini cari makan kami jangan kalian usil, coba berani kalian viralkan selesai kalian kami buat," ujar pria berperawakan tinggi tegas kepada warga.
Keberanian luar biasa sang pelaku memicu kecurigaan yang menyengat, apakah ada main mata dengan oknum petugas SPBU?
Bagaimana mungkin, seorang operator SPBU secara sadar dan terang-terangan terus mengucurkan bensin subsidi ke kendaraan modifikasi yang melanggar aturan, tepat di depan mata antrean warga yang sedang mengular?