POSMETRO MEDAN,Medan— Komnas PPLH Wilayah Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan mendalam atas munculnya gumpalan busa putih tebal di Sungai Percut, Kabupaten Deli Serdang.
Fenomena ini telah menjadi perhatian publik sejak akhir Juni 2026, di mana busa mirip salju memenuhi aliran sungai hingga meluber ke area persawahan warga.
Dalam pernyataan sikap resminya yang diterima wartawan, Kamis (30/7/2026), Komnas PPLH Wilayah Sumatera Utara menyebut kemunculan busa tersebut sebagai indikasi masuknya bahan pencemar ke badan sungai.
Busa pada sungai biasanya disebabkan oleh surfaktan atau deterjen, limbah domestik, limbah industri, bahan organik dengan beban COD dan BOD tinggi, serta senyawa kimia lainnya yang dibuang tanpa pengolahan memadai.
"Fenomena ini memicu kekhawatiran karena sungai bukanlah tempat pembuangan limbah, melainkan ekosistem yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat," tegas pernyataan tersebut.
Fenomena busa tebal yang muncul sejak dini hari sekitar 30 Juni 2026 telah mengganggu warga di tiga desa di Kecamatan Percut Sei Tuan. Busa tidak hanya mencemari sungai hingga ke muara, tetapi juga menggenangi saluran irigasi pertanian.
Warga dan nelayan setempat resah karena potensi dampak terhadap biota air dan kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber daya air sungai.
Komnas PPLH menekankan bahwa kerusakan kualitas air sungai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Sumatera Utara.
Organisasi lingkungan ini mendesak seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret: