POSMETRO MEDAN- Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., turut serta menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026.
Momentum ini ditutup secara resmi Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan (Kasdam I/BB) Brigadir Jenderal TNI Deki Santoso Pattinaya di Lapangan Jenderal Soedirman Rindam l/BB Pematangsiantar, Jumat (31/07/2026).
Kasdam I/BB Brigadir Jenderal TNI Deki Santoso Pattinaya, --seperti disarikan dari sebuah postingan anonim facebook @Korem Pantai Timur yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Sabtu 1 Agustus 2026-- mengatakan sebanyak 33.785 peserta dinyatakan lulus dan akan ditempatkan untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Mereka, kata Kasdam, sudah bisa menyelesaikan pendidikan dan latihan ini semuanya sudah bisa selesai dengan siap ditempatkan dan bekerja di seluruh KDKMP dan KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia, serta akan kembali ke daerah masing-masing sebelum dipanggil untuk proses penempatan dan mekanisme penempatan akan diatur panitia pusat bersama Badan Pengelola BUMN, terang Jenderal TNI Deki Santoso Pattinaya.
Sementara itu, Danrem 022/PT,Kolonel Inf Sandi Kamidianto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan pelatihan dengan penuh semangat serta dedikasi.
"Saya menyampaikan rasa bangga atas semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para peserta selama menjalani diklat di Rindam I/BB. Pendidikan ini bukan sekadar pelatihan fisik dan mental, tetapi ajang penanaman nilai-nilai kedisiplinan, jiwa korsa, dan rasa cinta tanah air," ujar Kolonel Inf Sandi Kamidianto.
Lebih lanjut, Kolonel Inf Sandi Kamidianto menekankan pentingnya peran strategis para alumni diklat SPPI dalam menjawab tantangan bangsa di masa depan.
Menurutnya, ilmu dan pembentukan karakter yang didapat di lembaga pendidikan Rindam I/BB harus mampu diaplikasikan secara nyata di lingkungan masing-masing.
"Sebagai Kader Pembina, saudara-saudara sekalian memikul tanggung jawab moral untuk menjadi teladan, penggerak, serta pelopor dalam memperkokoh persatuan dan pembangunan nasional. Jadilah agen perubahan yang membawa dampak positif dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi," tegas Danrem.***