POSMETRO MEDAN,Karo- Festival Bunga dan Buah (FBB) Kabupaten Karo Tahun 2026 memasuki hari terakhir pelaksanaan pada Sabtu (1/8/2026).
Meski berhasil menarik ribuan pengunjung ke Taman Mejuah-juah Berastagi, penyelenggaraan festival tahun ini juga menuai sorotan dari sejumlah pemerhati pariwisata, petani, dan masyarakat yang mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran serta manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Festival Bunga dan Buah 2026 didukung anggaran sekitar Rp1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Karo. Nilai tersebut disebut-sebut menjadi salah satu alokasi terbesar sepanjang penyelenggaraan festival.
Sejumlah pengunjung menilai konsep festival tahun ini belum sepenuhnya mencerminkan identitas Festival Bunga dan Buah sebagai ajang promosi hasil pertanian dan hortikultura Kabupaten Karo.
Dari pantauan di lokasi, stan yang menampilkan bunga, buah, dan hasil pertanian lokal dinilai masih terbatas. Sebaliknya, sebagian stan diisi pedagang yang menjual produk umum seperti pakaian bekas, makanan ringan, dan berbagai jenis dagangan lainnya.
Salah seorang pedagang yang mengaku berasal dari Medan mengatakan dirinya menyewa stan kepada panitia untuk berjualan kentang goreng selama festival berlangsung.
"Saya dari Medan, jualan kentang goreng. Saya sewa stan ke panitia," ujarnya.
Namun, saat ditanya mengenai besaran biaya sewa stan, pedagang tersebut enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
Pemerhati pariwisata, Apner Surbakti menilai Festival Bunga dan Buah memang berhasil meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat. Namun menurutnya, indikator keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung, melainkan juga dari besarnya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal.
"Kalau pengunjungnya mayoritas masyarakat Karo, tetapi pedagangnya didominasi dari luar daerah, maka uang yang dibelanjakan masyarakat berpotensi lebih banyak mengalir ke luar Kabupaten Karo. Idealnya, pelaku UMKM, petani bunga, dan petani buah lokal mendapat ruang yang lebih besar agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah," katanya.