POSMETRO MEDAN, Jakarta- Pariwisata Danau Toba akan menjadi model nasional pengelolaan pariwisata danau berkelanjutan. Gagasan itu tercetus melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk, "Menuju Perumusan Model Nasional Pengelolaan Pariwisata Danau Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat", yang diselenggarakan Komunitas Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Rabu (5/8/1026) kemarin.
Forum ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan organisasi masyarakat. Tujuannya untuk merumuskan model pengelolaan destinasi wisata danau yang dapat menjadi acuan nasional. Model ini diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI, Drs. Reza Fahlevi, M.Si., menyambut baik inisiatif penyelenggaraan FGD sebagai bentuk kolaborasi multipihak dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan.
"Inisiatif ini menunjukkan masyarakat telah mengambil peran penting dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar lahir model pengelolaan destinasi yang dapat menjadi rujukan nasional," ujarnya melalui rilis yang diterima Kamis (6/8/2026) malam.
FGD ini merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana saat kunjungan kerja ke Danau Toba pada April 2026 silam. Dalam kesempatan itu, Widiyanti menekankan pentingnya pengembangan destinasi yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Ketua Panitia FGD, Raja Malem Tarigan, S.T., M.Si., mengatakan penyelenggaraan forum ini merupakan dukungan terhadap kebijakan pembangunan pariwisata nasional yang berorientasi pada quality tourism.
"FGD ini merupakan langkah konkret untuk merumuskan model nasional pengelolaan pariwisata danau berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai kawasan danau di Indonesia, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurut Raja Malem Tarigan, pembangunan pariwisata saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata, pelestarian budaya, perlindungan ekosistem, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Ia menambahkan bahwa sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.