POSMETRO MEDAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di kawasan Desa Daulu dan Semangat Gunung, untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas wilayah.
Hal ini menyusul tindakan tegas aparat gabungan yang melakukan penertiban praktik pungutan liar (pungli) di kawasan itu pada Sabtu (8/8/2026) malam.
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karo, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karo bersama jajaran Polres Karo telah mengamankan 3 orang oknum yang diduga kuat melakukan aksi pungli di jalur wisata andalan itu.
Saat ini, ketiga terduga pelaku telah diserahkan ke pihak kepolisian guna menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun, pasca-penangkapan itu, sempat terjadi aksi spontan pemblokiran jalan menuju kawasan Wisata Semangat Gunung oleh sekelompok warga yang merasa keberatan.
Merespons hal ini, Pemkab Karo --seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Hanson munthe yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Senin 10 Agustus 2026-- sangat menyayangkan aksi penutupan fasilitas publik dimaksud.
Pemerintah menegaskan akses jalan umum merupakan hak publik yang tidak semestinya diganggu, mengingat dampaknya yang berimbas langsung pada terhambatnya mobilitas pariwisata dan roda perekonomian masyarakat luas.
Di sisi lain, Pemkab Karo juga mencatat adanya aspirasi dari kelompok masyarakat yang menolak keras praktik pungli yang selama ini mengatasnamakan Desa Daulu. Menyikapi adanya dualisme aspirasi di tengah warga ini, Pemkab Karo mengambil sikap dan menegaskan tiga poin penting:
Komitmen Pariwisata Bersih: Pemkab Karo bersama instansi penegak hukum dan Tim Saber Pungli berkomitmen penuh untuk menciptakan iklim pariwisata yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di wilayah Karo.
Dukungan Rembug Desa: Pemerintah daerah mendukung penuh desakan warga untuk segera digelarnya Musyawarah Desa (Rembug Desa) di Desa Daulu. Dialog konstruktif ini diharapkan mampu memulihkan citra positif kawasan Daulu-Semangat Gunung, sehingga wisatawan kembali merasa aman dan nyaman untuk berkunjung.