POSMETRO MEDAN- Bupati Dairi Vickner Sinaga menekankan pentingnya sinergi antardaerah dan pendekatan persuasif untuk menyelesaikan persoalan klaim masyarakat di kawasan hutan eks Perizinan BerusahaPemanfaatan Hutan (PBPH) wilayah Dairi dan Pakpak Bharat.
Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi di Dinas LHK Sumatera Utara, Medan, Senin (10/8/2026).
Rapat yang dipimpin Kadis LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung itu membahas maraknya aktivitas warga yang memasang patok dan nama di lokasi eks PBPH.
Padahal, area tersebut telah dialokasikan pemerintah untuk pembangunan teritorial Batalyon 908 dan Batalyon 906.
Untuk mencegah konflik horizontal, Pemkab Dairi bersama TNI, Polri, dan Pemkab Pakpak Bharat berfokus pada langkah edukasi serta pendekatan sosial-psikologis kepada warga.
Bupati Dairi --seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Prokopim Kab Dairi yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 12 Agustus 2026 Agustus 2026-- menyampaikan Pemerintah Kabupaten Dairi terus melakukan langkah-langkah koordinasi dan edukasi kepada masyarakat dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
"Pemerintah Kabupaten Dairi senantiasa bersama-sama melakukan edukasi. Kami juga bersama pihak kepolisian, camat dan tokoh masyarakat terus melakukan monitoring agar situasi tidak memanas. Bagaimana kita menjaga kondisi tetap kondusif, itu yang terus kita lakukan," ujar Bupati.