POSMETRO MEDAN, Karo — Pelaksanaan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di Kabupaten Karo mulai menjadi perhatian publik. Program yang menyasar anak perempuan ini bertujuan mencegah kanker serviks, namun pelaksanaannya di tingkat daerah masih menimbulkan pertanyaan, terutama soal keterlibatan dan pengawasan Bupati Karo.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi yang komprehensif. Informasi yang dibutuhkan mencakup inisiator program, jumlah sasaran, realisasi vaksinasi, lokasi sekolah yang dilibatkan, mekanisme pemberitahuan kepada orang tua, serta pihak yang melakukan pengawasan.
Perhatian publik meningkat setelah kasus meninggalnya seorang siswi Sekolah Dasar. Felicia Karo Sekali (11), warga Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, siswa kelas V SD 047164 Seberaya, meninggal dunia setelah menjalani vaksinasi.
Menurut informasi yang dihimpun, anak tersebut menerima suntikan vaksin pada Rabu, 5 Agustus 2026, dari tenaga medis Puskesmas Tiga Panah, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Setelah vaksinasi, ia mengalami demam dan dibawa ke rumah sakit. Setelah tiga hari perawatan, ia meninggal dunia.
Keluarga korban meminta penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai prosedur pemberian vaksin, termasuk mekanisme pemberitahuan kepada orang tua. Hingga saat ini, kesimpulan resmi dari dinas terkait belum disampaikan kepada publik.
Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta br Sinulingga, menyatakan bahwa pemberitahuan mengenai vaksinasi sudah disampaikan ke pihak sekolah jauh hari sebelumnya. Informasi tersebut, menurutnya, diumumkan saat upacara sekolah agar siswa melaporkannya kepada orang tua.
"Prosedurnya sudah kami lakukan dengan benar. Vaksin dalam keadaan aman, sudah ada pendataan, dan semua prosedur sudah dijalankan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (14/8/2026) sore.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun. Laporan kegiatan juga sudah disampaikan ke Kecamatan Tiga Panah.
Menurut keterangan pihak sekolah yang diterimanya, orang tua siswa sudah diberitahu. Sebelum vaksinasi, dilakukan pula screening (pemeriksaan kesehatan awal) untuk memastikan kondisi siswa.
Terkait dugaan hubungan antara vaksin HPV dan kematian korban, Lenny Florenta menyatakan bahwa pertemuan dengan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Pusat dan Provinsi Sumatera Utara menyimpulkan belum ditemukan keterkaitan. Investigasi masih berlangsung.