POSMETRO MEDAN- Ketua Komisi E DPRD Sumut Hj Meriahta Sitepu meminta pemerintah tidak berhenti pada permintaan maaf menyusul gangguan kesehatan atau dugaan keracunan yang dialami ratusan pelajar SMA dan SMK setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi.
Upaya lainnya, harus diusut tuntas penyebabnya dan pelakunya dihukum sesuai aturan.
Hal itu disampaikan Meriahta Sitepu kepada wartawan, Rabu (19/8/2026) menanggapi pernyataan Gubernur Sumut Bobby Nasution yang telah meminta maaf kepada para pelajar dan keluarga korban serta memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemprov Sumut hingga mereka dinyatakan pulih total.
Menurut Meriahta, --sebagaimana disiarkan dalam sebuah postingan anonimfacebook @Sikawes yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 20 Agustus 2026-- permintaan maaf pemerintah merupakan bentuk tanggungjawab moral yang patut diapresiasi. Namun, yang jauh lebih penting, memastikan seluruh pelajar yang mengalami gangguan kesehatan mendapat penanganan medis secara maksimal dan tidak mengalami dampak kesehatan berkepanjangan.
"Permintaan maaf tentu kita apresiasi. Tetapi yang paling penting sekarang, bagaimana memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang maksimal sampai benar-benar pulih," ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumut itu.
Anggota dewan Dapil Kabupaten Langkat dan Kotamadya Binjai ini juga mengingatkan agar pernyataan bahwa kejadian tersebut merupakan takdir Tuhan tidak menghilangkan kewajiban untuk mencari tahu penyebab sebenarnya. Menurutnya, aspek tanggung jawab dan kemungkinan adanya kelalaian tetap harus diperiksa secara menyeluruh.