POSMETRO MEDAN,Langkat— Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 di Dusun Alur Kapal, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diwarnai insiden tak pantas dalam final lomba dayung sampan, Minggu 23 Agustus 2026.
Kegiatan lomba dayung sampan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81. Namun, suasana meriah berubah menjadi sorotan setelah peserta dari tim Tiga Dara melakukan selebrasi yang dinilai tidak senonoh di atas sampan sesaat setelah berhasil memasuki garis finis.
Dalam aksi tersebut, peserta dari tim Tiga Dara diduga membuka bagian depan celananya dan memperlihatkan kepada peserta lainnya.
Aksi itu dilakukan dalam suasana euforia setelah tim Tiga Dara berhasil menjadi yang pertama memasuki garis finis dan kemudian dinyatakan sebagai juara pertama oleh panitia penyelenggara.
Tindakan tersebut sontak mengundang perhatian peserta dan masyarakat yang menyaksikan jalannya perlombaan. Situasi bahkan sempat memanas dan berpotensi menimbulkan kericuhan antarpeserta.
Panitia penyelenggara kemudian segera turun tangan untuk melerai dan menenangkan pihak-pihak yang terpancing emosi. Berkat tindakan tersebut, situasi di lokasi akhirnya kembali kondusif.
Insiden ini menjadi perhatian karena kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sejatinya diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat melalui kegiatan olahraga rakyat.
Selebrasi kemenangan merupakan bagian dari kegembiraan dalam sebuah perlombaan. Namun, masyarakat berharap setiap peserta tetap menjaga etika, kesopanan dan sportivitas, terlebih kegiatan tersebut berlangsung di tengah masyarakat dan disaksikan berbagai kalangan.
Peristiwa tersebut juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara agar pada kegiatan serupa ke depan terdapat pengawasan dan aturan yang lebih tegas terkait perilaku peserta, baik selama perlombaan maupun saat melakukan selebrasi kemenangan.
Kemenangan tim Tiga Dara dalam perlombaan tersebut akhirnya bukan hanya menjadi catatan dari sisi hasil pertandingan, tetapi juga menjadi perhatian publik akibat aksi selebrasi yang sempat memicu ketegangan di lokasi.