POSMETRO MEDAN,Kotanopan— Di kawasan pegunungan yang hampir menyatu dengan hutan lebat di Huta Pagaran Dolok, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, berdiri sebuah masjid tua yang usianya diperkirakan mendekati seratus tahun.
Bangunan yang kini sudah tidak lagi digunakan untuk ibadah rutin ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan sejarah lokal masyarakat Mandailing.
Masjid ini terletak di tengah lingkungan yang relatif terpencil, jauh dari keramaian pusat kecamatan. Dindingnya yang mulai renta dan kondisi bangunan yang menua menyimpan jejak doa, perjuangan, serta kisah generasi-generasi sebelumnya.
Tempat ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan bagian dari sejarah dan kenangan yang tak ternilai bagi warga sekitar.
Kecamatan Kotanopan sendiri dikenal sebagai wilayah berbukit-bukit yang dilalui Pegunungan Bukit Barisan, dengan Sungai Batang Gadis yang mengalir di lembahnya.
Daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai kawasan tradisional Mandailing Julu, tempat lahirnya sejumlah tokoh penting, termasuk pejuang kemerdekaan dan ulama.
Menurut informasi lokal, masjid tua di Huta Pagaran Dolok ini sudah lama tidak difungsikan secara aktif. Masyarakat kini beribadah di masjid atau mushola yang lebih baru dan mudah dijangkau.
Namun, keberadaannya tetap mengingatkan akan masa lalu ketika komunitas di kawasan hutan pegunungan tersebut menjadikan tempat ini sebagai pusat kegiatan keagamaan.
Di balik dinding yang mulai usang, tersimpan cerita tentang doa-doa yang pernah dipanjatkan, perjuangan membangun kehidupan di tengah alam yang menantang, serta pergantian generasi.
Masjid ini menjadi simbol bagaimana warisan sejarah keagamaan di daerah terpencil sering kali tersembunyi di tengah hutan, menunggu untuk dikenang dan dilestarikan.