POSMETRO MEDAN,Langkat — Masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi hingga tiga kali dalam satu hari. Warga mempertanyakan kualitas pelayanan dan keandalan pasokan listrik dari PLN.
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, warga mengaku sering mengalami pemadaman berulang dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan peralatan elektronik rumah tangga, seperti televisi, kulkas, mesin cuci, komputer, dan pompa air.
Warga menilai pola listrik yang padam, kemudian menyala sebentar, lalu padam kembali berpotensi merusak perangkat elektronik. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, jika rangkaian pemadaman berulang tersebut menyebabkan kerusakan barang milik pelanggan, siapa yang bertanggung jawab.
Warga sebelumnya telah menyampaikan keluhan dan keberatan kepada petugas PLN melalui pesan WhatsApp. Mereka juga berkali-kali menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan setiap gangguan listrik.
Setelah keluhan tersebut, warga mengaku pemadaman berulang dalam waktu singkat sempat berhenti. Namun, kondisi berbeda kembali terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam satu hari, listrik di Desa Pematang Cengal mengalami pemadaman sebanyak tiga kali: menjelang subuh, sore hari, dan malam hari. Pola ini kembali menimbulkan keresahan karena dinilai mengganggu aktivitas sekaligus membuat warga khawatir terhadap kondisi peralatan elektronik di rumah masing-masing.
Warga juga mengaku telah berupaya menghubungi petugas PLN melalui telepon untuk memperoleh informasi mengenai gangguan tersebut. Menurut pengakuan mereka, jawaban yang diterima hanya berupa himbauan untuk bersabar karena proses pemulihan sedang diupayakan. Sementara keluhan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons.
Padahal, sebelumnya terdapat petugas PLN dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Pura yang pernah menghubungi masyarakat melalui telepon maupun WhatsApp setelah laporan disampaikan lewat PLN Mobile. Nomor tersebut kemudian menjadi salah satu jalur yang digunakan warga untuk menyampaikan laporan ketika terjadi pemadaman.
Masyarakat juga menyoroti Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) sebagai salah satu tolok ukur kualitas pelayanan kelistrikan. Dari sudut pandang pelanggan, keandalan pasokan listrik, kecepatan penanganan gangguan, serta koreksi terhadap pelayanan menjadi hal penting yang semestinya dapat dirasakan secara nyata.
Bagi warga, pelayanan listrik tidak hanya diukur dari seberapa cepat listrik kembali menyala setelah padam. Keandalan jaringan dan kemampuan mencegah gangguan berulang juga menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.