POSMETRO MEDAN, Deli Serdang - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., mengingatkan mahasiswa baru agar tak berhenti pada kecerdasan akademik, tetapi mampu menggunakan ilmu secara bijak dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Nurhayati saat membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi 4.359 mahasiswa baru UINSU Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus IV UINSU Tuntungan, Jalan Lapangan Golf, Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (1/9/2026).
Menurut Nurhayati, memasuki perguruan tinggi bukan sekadar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Status sebagai mahasiswa juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya tanggung jawab sebagai insan terdidik.
"Tantangan mahasiswa kini bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan informasi, karena informasi tersedia di mana-mana. Tantangan kita adalah bagaimana membedakan informasi dengan pengetahuan, pengetahuan dengan kebenaran, dan kecerdasan dengan kebijaksanaan," tegasnya.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk membangun kemampuan intelektual sekaligus karakter.
Mahasiswa, kata Nurhayati, harus gemar membaca, berani bertanya, aktif berdiskusi serta terbiasa berpikir kritis, sistematis, kreatif dan inovatif.
"Kampus yang hebat tidak hanya melahirkan mahasiswa yang pintar, tetapi melahirkan manusia yang mampu menggunakan kepintarannya untuk kebaikan," ujarnya.
PBAK, lanjutnya, juga tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan budaya akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Hal itu sejalan dengan tema PBAK UINSU 2026, "Membentuk Generasi Unggul dalam Ilmu, Teduh dalam Keberagaman, dan Rahmat bagi Semesta."
Nurhayati menjelaskan, tema tersebut merupakan cita-cita yang hendak ditanamkan kepada seluruh mahasiswa UINSU. Mahasiswa dituntut unggul secara intelektual, namun tetap mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.