POSMETRO MEDAN,Binjai Barat – Sebuah rumah makan yang berada di Jalan Letnan Umar Bakti, kawasan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, Sumatera Utara, mengklarifikasi terkait aktivitas sejumlah mobil tangki yang kerap berhenti di lokasi tersebut.
Pemilik rumah makan yang disebut berinisial ADR, saat dikonfirmasi awak media, membantah adanya dugaan bahwa rumah makan miliknya menjadi tempat penampungan atau pengurangan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).
Menurut ADR, rumah makan tersebut telah menjalankan usaha selama bertahun-tahun. Banyaknya mobil tangki yang berhenti, menurutnya, karena para sopir memang singgah untuk makan.
"Saya jualan rumah makan sudah tahunan. Namanya jualan, banyak mobil tangki dan sejenisnya yang berhenti. Kalau dikatakan saya penampung CPO, itu tidak benar. Sopir mau makan di sini karena sudah langganan," ujar ADR saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, keberadaan mobil tangki di sekitar rumah makan tidak serta-merta menunjukkan adanya aktivitas pengurangan maupun penjualan CPO.
Sementara itu, salah seorang sopir mobil tangki yang sedang makan di rumah makan tersebut ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya dan sejumlah sopir lainnya memang kerap singgah untuk makan.
"Kami makan di sini karena lebih enak dan murah. Selain itu, ini juga satu perjalanan menuju pabrik tempat kami melakukan pembuangan," kata sopir tersebut, Kamis (3/9) pagi.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pengurangan minyak dari dalam tangki untuk dijual, sopir itu dengan tegas membantah.
"Kalau membuang minyak untuk dijual, itu tidak benar. Dari mana, Bang? Di sana sudah pas isinya 20 ton. Mana mungkin bisa dikurangi lagi. Kalau nanti toke tahu susut, kami bisa dipecat," katanya.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah makan dan sopir tersebut, aktivitas mobil tangki yang berhenti di lokasi disebut berkaitan dengan kebutuhan makan dan istirahat selama perjalanan. (LAR)