Posmetro Medan, Karo - Suasana haru menyelimuti tempat pengungsian warga Desa Kutatengah di Jambur dan KDMP Desa Sukatepu, Kabupaten Karo. Sudah tiga hari mereka meninggalkan rumah dan bertahan di pengungsian akibat meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung yang masih berstatus SIAGA.
Hari-hari di pengungsian terasa panjang bagi warga. Jauh dari rumah, kebun, ternak, serta rutinitas sehari-hari, mereka hanya bisa menunggu dan berharap kondisi Gunung Sinabung segera kembali aman.
Bagi sebagian pengungsi, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Di sanalah mereka menggantungkan hidup, menyimpan kenangan, dan mencari nafkah. Namun, demi keselamatan, untuk sementara waktu mereka harus rela meninggalkan semuanya.
Wajah lelah terlihat di antara para pengungsi. Anak-anak berusaha bermain seperti biasa, sementara orang tua terus memikirkan keadaan rumah dan sumber penghidupan yang mereka tinggalkan.
"Harapan yang terus kami panjatkan semoga Gunung Sinabung segera tenang, sehingga kami bisa kembali ke rumah dengan selamat," ucap Arusta Br Sembiring.
Tiga hari mungkin bukan waktu yang panjang bagi sebagian orang. Namun bagi warga Kutatengah yang hidup dalam ketidakpastian, setiap hari di pengungsian terasa begitu berat.Mereka hanya ingin satu hal yaitu pulang.
Pulang ke rumah, kembali berkumpul bersama keluarga, dan menjalani kehidupan seperti sediakala tentu setelah Gunung Sinabung benar-benar dinyatakan aman.
Sebab bagi para pengungsi, keselamatan adalah harapan pertama. Dan pulang dengan selamat adalah doa yang paling mereka nantikan.
Untuk saat ini, warga hanya bisa bertahan, berdoa, dan menunggu. Di tengah rasa takut dan sedih, mereka berharap erupsi tidak terjadi dan tidak ada lagi korban yang harus kehilangan rumah, penghidupan, maupun orang-orang yang mereka cintai.