POSMETRO MEDAN, Medan - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., menyerahkan Bantuan Tahap II Ditjen Bimas Islam Kemenag RI untuk Masjid dan Musholla Terdampak Bencana Alam (Sumut/Aceh) secara simbolis sekaligus Pembinaan ASN tentang Isu-isu Strategis dan Aktual Kebimasislaman Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026), dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama se Sumatera Utara dan anggota Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera Utara.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik maupun penggunaan teknologi modern.
Menurutnya, pemulihan lingkungan hidup menuntut perubahan fundamental pada pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitar.
Abu Rokhmad menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekoteologi sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah bencana alam. Kementerian Agama RI punya peran penting karena menyelamatkan alam semesta merupakan salah satu program prioritas yang wajib dijalankan demi keselamatan bangsa dan negara.
"Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil," tutur Dirjen.