POSMETRO MEDAN, Karo-- Sekitar 150 hektare lahan pertanian di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, terdampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Sinabung.
Abu vulkanik yang menyelimuti lahan pertanian dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman, hingga menurunkan hasil produksi petani.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Sejumlah lahan dilaporkan tertutup abu vulkanik yang terbawa angin dari kawasan Gunung Sinabung.
Reni Br Tarigan, warga Desa Sukatepu yang lahan pertaniannya terdampak abu vulkanik, mengatakan dirinya menanam sekitar 7.000 batang cabai merah dengan modal yang cukup besar.
"Saya nanam cabai merah 7.000 batang, modalnya lumayan besar. Sudah dua kali abu gunung jatuh di sini. Kalau berulang kali terjadi, maka cabai bisa mati," ujar Reni, saat ditemui di lahan pertaniannya, Jumat (4/9/2026).
Para petani berharap adanya perhatian dan langkah penanganan dari pemerintah terkait dampak abu vulkanik terhadap lahan pertanian mereka.
Selain dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, kondisi tersebut juga berpotensi menambah biaya yang harus dikeluarkan petani untuk melakukan perawatan dan pemulihan lahan.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan dan Sekda Kabupaten Karo Glora Kurnia Putra Ginting, saat dikonfirmasi di Posko Pengungsian Bupati Karo, Jumat (4/9/2026), mengatakan pemerintah Kabupaten Karo terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pengungsi yang berada di Desa Sukatepu.
"Untuk data pertanian yang terdampak abu vulkanik, memang dari pantauan ada luasan pertanian terdampak erupsi Gunung Sinabung. Mayoritas berada di Kecamatan Naman Teran, yaitu Desa Sukandebi dan Kutatonggal, seluas lebih kurang 150 hektare," kata Antonius.