POSMETRO MEDAN- Proyek pembangunan lanjutan instalasi rawat jalan dan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karo tahun 2026 kini berada dalam proses tender alias lelang.
Berdasarkan laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Kabupaten Karo, Rabu (9/9/2026), pembangunan instalasi rawat jalan dan rekam medis RSUD Kabupaten Karo dengan kode tender 10161145000 memiliki pagu anggaran Rp1.533.200.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 mulai ditenderkan.
Proses tender saat ini berada pada tahap pembukaan dokumen penawaran.
Tender proyek pembangunan lanjutan instalasi rawat jalan dan rekam medis RSUD tersebut diikuti 15 peserta perusahaan.
Dari 15 peserta, tiga peserta melakukan penawaran, yakni CV Raffuli dengan harga penawaran Rp1.382.219.556,73, CV Marella Arthatama dengan harga penawaran Rp1.424.236.023,65, dan Kokoh Arih Ersada dengan harga penawaran Rp1.491.067.546,01.
Pembangunan lanjutan RSUD pada Tahun Anggaran 2026 merupakan pembangunan yang paling merosot mata anggaran pembangunannya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Karo, Abel Tarwai Tarigan, S.Sos., M.A., M.T., mengungkapkan kepada media bahwa pada tahun 2026 terdapat tambahan anggaran sekitar Rp8,5 miliar yang berasal dari pengembalian dana transfer daerah untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karo.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Karo, Firman Firdaus Sitepu.
Menurutnya, terkait pembangunan RSUD Kabupaten Karo, DPRD Kabupaten Karo sudah menyetujui anggaran Tahun 2026 sebesar Rp8 miliar tahun 2025.
Dikonfirmasi kembali mengenai pengembalian dana transfer daerah sebesar Rp8,5 miliar untuk pembangunan lanjutan RSUD Kabupaten Karo, Kepala Bappedalitbang Abel Tarwai Tarigan melalui WhatsApp hingga pukul 12.38 WIB belum memberikan balasan konfirmasi.