POSMETRO MEDAN- Seluruh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai menjalani tes urine sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengawasan internal terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.
Pemeriksaan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 dan diikuti seluruh jajaran, mulai pejabat struktural hingga petugas pelaksana.
Proses pengambilan dan pemeriksaan sampel dilakukan dengan melibatkan petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara. Keterlibatan pihak eksternal itu dilakukan untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel urine petugas Lapas Binjai dinyatakan negatif narkotika. Hasil tersebut dinilai menjadi indikator positif sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas IIA Binjai dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN.
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi,--seperti disiarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Sekilas sumut yang terlihat POSMETRO MEDAN Selasa 15 September 2026-- menegaskan tes urine merupakan bagian dari upaya membangun integritas sekaligus memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
Menurutnya, kegiatan ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan internal.
Mukaffi juga menekankan bahwa pengawasan tidak hanya ditujukan kepada warga binaan, tetapi harus dimulai dari petugas sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan pemasyarakatan.
Karena itu, integritas dan komitmen untuk menjauhi narkoba dinilai menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
Lapas Binjai memastikan tes urine serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang profesional sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan bebas dari narkoba.***