Pemkab Samosir Dukung OMC Tahap II, Perkuat Mitigasi Kekeringan di Kawasan Danau Toba

P. Silalahi - Rabu, 23 September 2026 16:00 WIB
Facebook @Pemerintah Kabupaten Samosir
OMC Tahap II memperkuat mitigasi kekeringan di Kawasan Danau Toba.

POSMETRO MEDAN- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di Wilayah Sungai Toba Asahan dan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba resmi dimulai sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan sekaligus mengoptimalkan potensi hujan guna menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba.

Pembukaan OMC Tahap II dilaksanakan di Terminal II BMKG Silangit, Senin (21/9/2026), dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel TP Sitanggang, bersama Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten se-Kawasan Danau Toba, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Silangit, serta tim pelaksana OMC dan sejumlah mitra terkait.

OMC Tahap II--seperti disiarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Pemerintah kabupaten samosir yang terlihat POSMETRO MEDAN, Rabu 23 September 2026-- dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026, dengan sasaran operasi meliputi wilayah perairan Danau Toba dan DTA Danau Toba. Operasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi hujan guna mendukung ketersediaan air di kawasan Toba dan sekitarnya.

VP Regional II Perum Jasa Tirta I M. Luckmanul Chakim mengatakan, pelaksanaan OMC menjadi salah satu langkah menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di Indonesia dan dipengaruhi fenomena El Nino. Menurutnya, upaya menjaga ketersediaan air memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan dan energi.

"Tujuan dari OMC ini adalah mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan, dan tidak lupa mendukung ketahanan energi yang pada ujungnya nanti mendukung pertumbuhan industri hilirisasi program pemerintah," ujar M. Luckmanul Chakim.

Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan prediksi kondisi iklim dan cuaca yang telah disusun BMKG. Sejak awal tahun, BMKG telah mengantisipasi adanya fenomena El Nino dengan intensitas yang cukup kuat sehingga diperlukan langkah untuk menjaga ketersediaan air, khususnya pada wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap sumber daya air Danau Toba.

Menurut Budi, pelaksanaan OMC sebelumnya pada April lalu telah memberikan tambahan air yang cukup signifikan. Untuk pelaksanaan tahap kedua, BMKG akan kembali mengoptimalkan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan yang dapat disemai sesuai dengan perkembangan cuaca di lapangan.

"Pelaksanaan OMC tidak hanya menjadi kerja sama antara PJT I dan BMKG, tetapi juga membutuhkan kolaborasi semua pihak. Apabila ada daerah yang mengalami kekeringan, informasi tersebut dapat disampaikan sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas operasi," kata Budi.

Ia berharap upaya bersama tersebut dapat berjalan optimal sehingga ketersediaan air baku, khususnya di wilayah Toba dan sekitarnya, dapat tetap terjaga.


Editor
: P. Silalahi

Tag:

Berita Terkait

Sumut

Wabup Ariston Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2026 dan Penyertaan Modal Bank Sumut

Sumut

Pelantikan PPTSB Cabang Samosir, Bupati-Wabup Ajak Punguan Sinaga Berkontribusi dalam Pembangunan

Sumut

Polres Samosir Ungkap Sejumlah Kasus, dari Narkotika hingga Pembalakan Liar dan Pemerasan

Sumut

Bupati Samosir Terima Hibah Aset Rp169 Miliar

Sumut

Pemkab Samosir dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Pagu Anggaran Rp838 M

Sumut

5 Supplier Diperiksa di Sidang Waterfront City, PH: Tidak Relevan dan Tidak Efisien