POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam – Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan perlindungan pekerja migran, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan dan persoalan dalam proses bekerja ke luar negeri.
Hal itu disampaikan Asri saat menerima audiensi Migrant Workers Resources Center (MRC) di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (7/10/2026).
Asri meminta keberadaan MRC di Mal Pelayanan Publik (MPP) Deli Serdang segera dioptimalkan sebagai pusat informasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri maupun pekerja migran yang membutuhkan layanan dan perlindungan. Sinkronisasi layanan juga perlu mencakup data pekerja migran agar penanganannya lebih terarah.
"Perlindungan pekerja migran ini kita dukung penuh. Masyarakat harus diberikan edukasi yang jelas supaya tidak tertipu lagi," ujarnya.
Perangkat daerah, lanjutnya, juga ditekankan untuk memperkuat dukungan sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk dalam penanganan pekerja migran setelah kembali ke daerah.
Koordinator MRC Sumatera Utara dan Jawa Timur, Yatini Sulistyowati, menyampaikan penguatan Desa Migran menjadi salah satu fokus kerja MRC di Deli Serdang. Sebanyak 17 desa menjadi sasaran, dengan Desa Limau Manis sebagai lokasi percontohan untuk selanjutnya dikembangkan ke 16 desa lainnya.
Saat ini, enam desa telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Desa Migran Emas. MRC berharap dukungan Pemkab Deli Serdang dapat memperkuat pembentukan satgas di desa lainnya, termasuk melalui penegasan pemerintah daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang telah memberikan dukungan kepada MRC. Koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan juga terus dilakukan dan telah turun bersama untuk memberikan edukasi ke desa-desa," ujar Yatini.
Menurut Yatini, Deli Serdang merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara dengan jumlah pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang cukup besar. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pendampingan dan perlindungan pekerja migran melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.