POSMETRO MEDAN, Deli Serdang— Dugaan praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Dugaan itu mencuat setelah muncul informasi mengenai kerja sama penyediaan ompreng dan peralatan dapur yang disertai permintaan setoran sebesar Rp500 per ompreng.
Untuk menelusuri informasi itu, awak media meminta klarifikasi kepada Ketua Yayasan Delisha berinisial AW, yang namanya disebut dalam dugaan itu. Dalam pertemuan di MKA Cafe, Jalan Soekarno Hatta, Binjai, Senin (12/10/2026), AW membantah melakukan praktik jual beli titik dapur SPPG.
AW menjelaskan, hubungan antara yayasan dan mitra merupakan bentuk kerja sama dalam penyelenggaraan dapur MBG, dengan pembagian tanggung jawab terkait penyediaan bangunan, ompreng, dan peralatan dapur.
"Membangun dapur tidak cukup kalau hanya Rp660 juta. Biayanya bisa mencapai Rp1,5 miliar, bahkan ada yang sampai Rp2 miliar. Di sini kami menjalin kerja sama, bukan jual beli titik. Misalnya, ada titik yang sudah centang biru, kemudian mitra menyiapkan ompreng dan peralatan dapur sesuai kesepakatan," ujar AW.
Terkait dugaan permintaan setoran Rp500 per ompreng, AW membantah dirinya pernah meminta pembayaran itu kepada mitra yang dibantunya memperoleh titik dapur SPPG.
"Jika saya dituduh meminta setoran Rp500 per ompreng, itu salah. Saya tidak pernah meminta kepada mitra yang saya bantu mendapatkan titik. Silakan dibuktikan jika saya pernah meminta," tegasnya.
Menurutnya, apabila terdapat yayasan lain yang menerapkan skema pembayaran dalam kerja sama, hal itu harus dilihat berdasarkan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.
AW menjelaskan, mitra yang merasa keberatan dapat menyampaikan pengaduan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar persoalan itu dapat diperiksa sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain dugaan setoran per ompreng, awak media juga meminta penjelasan AW mengenai klaim pihak ketiga berinisial RA yang menyebut masih terdapat uang sebesar Rp150 juta yang belum dikembalikan.
AW membantah klaim itu. Ia menyatakan seluruh uang milik RA sebesar Rp450 juta telah dikembalikan dan menunjukkan dokumen Berita Acara Pelunasan bermeterai yang ditandatangani oleh adik RA berinisial M.