POSMETRO MEDAN,Lubukpakam – Para orangtua panik! Bagaimana tidak! Anak mereka yang ikuti mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (22/10/2026), Alun-alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, alami rasa pening yang menyengat, muntah-muntah dan mencret (buang air besar terus menerus, red).
Berdasarkan data yang diperoleh Posmetromedan.id sedikit ada 32 santri yang harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Ada sekira 27 santri yang menjalani perawatan di RS Sufi Sehat, 3 santri dirawat di RS Madani dan 2 santri jalani perawatan di RS Joko.
Muhammad Hendera SH, selalu kuasa hukum Pesantren Madzillah, dalam keterangannya kepada wartawan di Medan mengatakan, ada ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, siswa/I Madrasah, dan ASN Kementerian Agama memenuhi Alun-alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang yang mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (22/10/2026), termasuk Santri Pesantren Madzillah.
Namun hal yang tak terduga terjadi. Usai menyantap makanan yang telah disiapkan Panitia Peringatan Hari Santri, para santri Pesantren Madzillah mengalami gejala yang tidak wajar. "Para santri kita mengalami rasa pening yang menyengat, muntah-muntah dan ada yang harus buang air besar berulang-ulang. Jadi diduga kuat para santri ini mengalami keracunan makanan," ujar Muhamad Hendra SH MH.
Oleh karenanya, selaku kuasa hukum para santri, Hendra menuntut tanggungjawab Panitia Hari Santri yang dipusatkan di Deli Serdang tersebut. Termasuk rekanan atau pihak penyedia makanan yang dikonsumsi para santri.
"Saat ini ada puluhan santri Madzillah dibawah pimpinan Ustand Yusuf Darul, jadi korban. Tentunya secara hukum dimintai pertanggungjawabannya, terutama kepada Pemkab Deii Serdang, bagaimana penjelasannya hingga anak-anak tersebut mengalami keracunan. Kita juga punya bukti-bukti makanan yang mereka terima," urai Hendra.
Kemudian, Hendra juga mendorong agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh hingga terjadi peristiwa tersebut. "Dengan itikad baik dan tangan terbuka menunggu Pemkab Deli Serdang untuk memberikan penjelasan sedetail-detailnya sekaligus memaparkan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Hari Santri Nasional kok makanan tak seperti yang diharapkan," ujar Hendra.
Sebelumnya diberitakan ada sekira ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, siswa/I Madrasah, dan ASN Kementerian Agama memenuhi Alun-alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (22/10/2026). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Inspektur Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap mewakili Gubernur Sumatera Utara.Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Kepala Bagian Tata Usaha Syafrizal Bancin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Deli Serdang Saripuddin Daulay, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Dahyar Husein, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Sakoanda Siregar, Pembimas Katolik Marihuttua Pasaribu, Pembimas Buddha Sukasdi, dan Pembimas Hindu Elirosa Tarigan.(red)