Biomassa Jadi Peluang Baru Penguatan Ekonomi Desa Deli Serdang

Evi Tanjung - Jumat, 23 Oktober 2026 21:53 WIB
Ist/Diskominfostan
Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Sumber Daya Alam di Desa Guna Mencapai Swasembada Energi” di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Jumat (23/10/2026).

POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam– Pemanfaatan biomassa menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan perekonomian desa di Kabupaten Deli Serdang. Limbah pertanian, perkebunan, dan industri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi bahan baku energi bernilai ekonomi.

Peluang tersebut dibahas dalam Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Optimalisasi Sumber Daya Alam di Desa Guna Mencapai Swasembada Energi" di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Jumat (23/10/2026).

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menilai biomassa merupakan potensi yang belum sepenuhnya mendapat perhatian. Ia berharap FGD ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan biomassa di Deli Serdang dan menjadi contoh bagi daerah lain.

"Biomassa ini merupakan harta karun yang terkadang belum diperhatikan secara langsung oleh masyarakat. Padahal, potensinya besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan energi terbarukan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, memaparkan potensi dan kesiapan daerah dalam mendukung pengembangan biomassa.

Lom Lom menjelaskan, Deli Serdang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dan industri. Berbagai hasil samping kegiatan tersebut, seperti sekam padi, jerami, tongkol dan batang jagung, serta tandan kosong kelapa sawit, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa.

"Yang perlu kita ubah bukan hanya cara mengolahnya, tetapi juga cara kita melihat sisa pertanian, perkebunan, dan industri. Bukan semata-mata sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya dan peluang usaha," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan biomassa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah desa, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan untuk membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian desa.

Pemanfaatan biomassa untuk energi bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Deli Serdang. Pengembangan pembangkit listrik berbasis biomassa dengan memanfaatkan kayu karet dari peremajaan kebun pernah dilakukan di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan. Pengalaman tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Deli Serdang untuk terus mengembangkan biomassa sebagai sumber energi alternatif.

Lom Lom juga menekankan pentingnya membangun rantai pasok biomassa yang profesional dan berkelanjutan, mulai dari petani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, BUMDes, pengepul, pengolah, pengujian kualitas, transportasi, hingga pembeli akhir.



Tag:

Berita Terkait

Sumut

43 Armada Operasional Disalurkan, Bupati Deli Serdang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sumut

Forkom IJK Goes to Deli Serdang, Mahasiswa Didorong Cakap Kelola Keuangan

Sumut

Bupati Deli Serdang Ajak Pesantren Cetak Santri Berdaya Saing

Sumut

Bupati Deli Serdang Minta Edukasi Kebencanaan Menjangkau Seluruh Wilayah

Sumut

Asri Ludin Tambunan Resmikan Lebih dari 18,4 Km Jalan di Percut Sei Tuan

Sumut

Pemkab Deli Serdang Terima Mobil Penunjang dari Program TJSL BRI