Posmetro Medan, Labuhanbatu– Pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hari di wilayah Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dikeluhkan warga. Hingga kini, listrik disebut belum juga kembali normal, sementara solusi dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum dirasakan masyarakat.
Kondisi ini memicu keresahan warga yang harus menjalani aktivitas sehari-hari tanpa pasokan listrik. Situasi semakin memprihatinkan lantaran upaya menghubungi layanan pengaduan PLN melalui call center 123 disebut belum mendapat respons.
"Sudah kami coba menghubungi call center 123, tetapi tidak ada respons, Manajer ULP PLN Labuhanbilik juga gak ada respon," keluh Dimas, warga Sei Tampang, Minggu (25/10/2026)
Pemadaman yang berlarut-larut tanpa kejelasan penanganan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai responsivitas pelayanan PLN terhadap keluhan masyarakat, khususnya warga di wilayah pedesaan.
Listrik saat ini bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan penunjang utama berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, komunikasi, hingga kegiatan ekonomi. Ketika pasokan listrik terputus selama berhari-hari, warga harus menanggung dampaknya tanpa kepastian kapan kondisi akan kembali normal.