Posmetro Medan, Labuhanbatu-Ancaman bencana hidrometeorologi kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Namun, di tengah potensi banjir yang mengintai sejumlah kawasan, persoalan klasik seperti pendangkalan sungai, penyempitan drainase, hingga saluran air yang tersumbat masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan serius.
Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering yang digelar Pemkab Labuhanbatu di ruang rapat Bupati, Senin (26/10/2026).
Rapat yang dipandu Asisten II, Drs. Ikramsyah Putra Nasution, itu dihadiri Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala BPBD Muhammad Perjuangan Hasibuan, para camat, serta sejumlah pejabat terkait.
Agenda tersebut membahas kesiapan pemerintah daerah menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Labuhanbatu, Muhammad Perjuangan Hasibuan, mengungkapkan sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap persoalan banjir, di antaranya tingginya intensitas curah hujan, sedimentasi daerah aliran sungai, serta penyempitan, pendangkalan dan penyumbatan drainase.