POSMETRO MEDAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., didampingi Plt. Kepala Bappeda Kota Sibolga, Justin M. Marbun, S.Kom., M.M., mengikuti Focus Group Discussion (FGD) pertama penyusunan dokumen perencanaan teknis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sektor Pengembangan Kawasan Strategis (PKS) serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Sibolga. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Selasa (27/10/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Wita Helny, mewakili Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara, menjelaskan bahwa perencanaan teknis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sektor PKS mencakup penataan kembali kawasan pesisir Kota Sibolga yang terdampak banjir dan longsor, penataan drainase di kawasan strategis, penguatan tanggul, serta penataan kawasan waterfront yang berketahanan bencana.
Adapun penyusunan DED pembangunan TPST Kota Sibolga mencakup perencanaan teknis fasilitas pengolahan sampah terpadu dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. TPST tersebut direncanakan akan dibangun di Kelurahan Pancuran Dewa.
Menanggapi pemaparan tersebut, Sekda Kota Sibolga menyambut baik dan mengapresiasi program Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia tersebut. Perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta pembangunan TPST merupakan langkah penting dalam mendukung ketahanan wilayah dan penanganan permasalahan persampahan di Kota Sibolga.
"Atas nama Pemko Sibolga, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PU Republik Indonesia yang telah memilih Kota Sibolga sebagai lokasi program strategis ini. Mengingat Kota Sibolga merupakan kota pesisir yang rawan bencana dan memiliki keterbatasan lahan persampahan, kegiatan ini sangat penting untuk mewujudkan Sibolga yang tangguh terhadap bencana dan bersih," ujar Sekda.
Sekda juga menyampaikan bahwa Pemko Sibolga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi risiko banjir, salah satunya melalui pengerukan parit dan saluran drainase di sejumlah wilayah kota. Sekda berharap, dokumen perencanaan yang disusun nantinya dapat mengakomodasi kebutuhan serta karakteristik wilayah Kota Sibolga secara tepat.