POSMETRO MEDAN-Polemik isu dugaan paksaan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unimed membayar dan mengikuti Seminar Internasional IECES makin berkembang. Bahkan unsur pimpinan di DPRD Sumut turut bersuara.
Kepada posmetromedan.id, wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi mengaku sudah mendapatkan informasi tentang kabar itu. Salman mengaku membaca berita tentang Universitas Negeri Medan (Unimed) beberapa hari terakhir.
"Kita siap memediasi jika dimintai. Namun hingga saat ini, kita belum mendapatkan laporan dari mahasiswa Unimed terkait seminar internasional yang sedang ramai dibahas," ucap Salman, Selasa (3/11/2026) pagi.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan bersedia menerima semua laporan dan keluhan dari mahasiswa Unimed. Kemudian bertemu dengan pihak Dekanat guna mempertanyakan kabar yang berseliweran.
"Sebagai anggota dewan saya menyikapi, sebagian mahasiswa protes, silakan lapor ke DPRD Sumut. Dari media kita baca, pihak kampus mengaku sudah melaksanakan seminar sesuai aturan. Humas Unimed juga menyebut biaya adalah kewenangan pihak fakultas, dekanat dan tidak menyalahi aturan, " kata Ustad Salman, nama sapaannya.
Kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Salman meminta perhatiannya untuk ambil sikap. Demi kesempurnaan pendidikan dan keberlanjutan keilmuan di Perguruan Tinggi Negeri seperti Unimed. Jangan sampai kampus dan mahasiswa yang terimbas dampaknya.
"Tidak bermaksud menggurui, hanya meminta Ditjen Dikti bisa turun tangan menyelesaikan persoalan ini agar tak berlarut-larut," katanya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimed mengaku dimintai biaya untuk mengikuti seminar internasional IECES tertanggal 28 Oktober 2026 di Auditorium Unimed. Tarif mulai Rp100ribu-Rp250ribu per orang dan sebagai syarat melanjutkan sidang meja hijau.
"Kami diwajibkan dekanat dan wakil dekan bang buat bayar. Kami menduga Dekan FEB Haikal Rahman, Wakil Dekan 1 FEB Prof T Teviana mengetahui itu, tapi mahasiswa tak berani bersuara, takut bang," ucap seorang mahasiswa FEB yang enggan namanya disebutkan.
Koordinator Pusat Kehumasan dan Layanan Terpadu Unimed Dr. Isli Iriani Indiah Pane, S.Pd., M.Hum. menyebutkan seluruh kampus di Indonesia mewajibkan mahasiswa semester akhir seminar internasional untuk syarat sidang meja hijau. Sesungguhnya bukan paksaan tapi merupakan fasilitas dari kampus.