POSMETRO MEDAN,Medan– Rencana penutupan dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, memicu gelombang protes dari para orang tua murid.
Dengan dalih efisiensi, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserang berencana menggabungkan SDN 105293 dan SDN 101778, namun kebijakan ini dinilai mencekik warga kalangan bawah yang khawatir akan membengkaknya biaya hidup dan keselamatan anak-anak mereka.
Para orang tua, yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera, menyuarakan keberatan mereka dengan lantang. Kebijakan regrouping ini mengharuskan anak-anak mereka pindah ke sekolah lain di Desa Laut Dendang yang jaraknya disebut lebih dari tiga kilometer, sebuah jarak yang dianggap tidak masuk akal bagi mereka.
"Pak, kami sebagai orang tua sangat keberatan kalau sekolah ini ditutup. Kami ini warga kalangan rendah," ujar seorang ibu sambil menahan tangis saat ditemui, Selasa (7/10/ 2025).
"Kehidupan sehari-hari saja sudah tidak mencukupi, tambah lagi biaya untuk mengantar anak sekolah. Belum lagi kalau hujan, bagaimana nasib anak kami di jalan," sambungnya.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Rencana pemindahan paksa ini dianggap akan menambah beban pengeluaran harian untuk ongkos transportasi.
Menurut para orang tua, alasan penutupan yang disampaikan kepala sekolah adalah karena status lahan sekolah yang merupakan lahan perkebunan, sebuah informasi yang menambah kebingungan mereka.
"Kami mohon kepada Bapak Pemerintah, Pak Bupati, Pak Dinas, sampai Pak Presiden, bantu kami agar sekolah ini tetap bertahan," lanjutnya.
Keluhan serupa datang dari Nur Cahaya Sigalingging, yang kedua anaknya bersekolah di kelas 3 dan 6. Baginya, jarak yang semakin jauh tidak hanya soal biaya, tetapi juga soal keamanan.
"Kalau dipindah ke Laut Dendang, jadi makin jauh. Tentu ongkos bertambah dan keamanan anak di jalan juga jadi pikiran," keluh Nur Cahaya.