POSMETRO MEDAN,Asahan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Asahan selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Setia Janji dan Kecamatan Buntu Pane.
Akibatnya, jembatan darurat yang menjadi akses utama warga di dua kecamatan tersebut terputus dan hanyut terbawa arus banjir.
Hingga Rabu (15/10/2025), belum ada tanda-tanda pembangunan jembatan pengganti. Kondisi ini membuat sebagian warga nekat menyeberangi sungai berarus deras demi mempersingkat jarak tempuh menuju pusat aktivitas.
Fenomena tersebut sempat viral di media sosial melalui unggahan akun Facebook Lusi Ana yang menulis, "Jalan menuju kampungku, jembatan ilang dibawak maling, ehh ilang karna arus banjir."
Unggahan itu pun menuai berbagai komentar, di antaranya dari akun Suyanti Yanti yang menulis, "Loh kak yaa payah lewatnya," dan dibalas oleh Lusi Ana, "Iya kak, kalok gak lewat situ jauh muternya."
Dalam video yang disertakan pada unggahan tersebut, tampak seorang warga nekat menyeberangi sungai menggunakan sepeda motor meski arus air cukup deras.
Saat dikonfirmasi, Camat Setia Janji, Erric Yudhistira Nugraha, S.STP, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. "Masih di luar kota, bang. Belum dapat laporan. Nanti saya cek dulu ya," ujarnya singkat.
Sementara itu, Heru Rahmadi, warga Desa Silo Tua, membenarkan bahwa banjir terjadi pada Sabtu (11/10/2025) di bawah lokasi proyek pembangunan jembatan baru. Ia menjelaskan bahwa jembatan utama di wilayah tersebut sudah terputus sejak November 2022 akibat banjir besar.
"Sejak itu, warga sudah dua kali membangun jembatan alternatif secara swadaya," kata Heru.