Bupati Langkat Apresiasi Perjuangan Guru, Pemerintah Akan Terus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi

Faliruddin Lubis - Rabu, 26 November 2025 07:20 WIB
TRG/Ist
Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, S.Sos., M.AP bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 tahun 2025, Selasa (25/11/2025).

POSMETRO MEDAN,Stabat - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, S.Sos., M.AP bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 tahun 2025 yang berlangsung di Tribun T. Amir Hamzah Stabat, Selasa (25/11/2025).

Upacara diikuti ratusan guru se-Kabupaten Langkat dengan mengenakan pakaian seragam PGRI dan busana adat Nusantara. Turut hadir Kajari Langkat Asbach, SH, Wakil Ketua DPRD Langkat H. Ajai Ismail, SE, Wakapolres Langkat Kompol Husnil Mubarok Daulay, SH., SIK., MIK, Danramil 10/PDT Kapten Inf. Supriadi, Sekretaris Pengadilan Negeri Stabat Tegen Maharaja, S.Kom., SH., MH, Ketua MUI Langkat H. Zulkifli Ahmad Dian, LC., MA, serta Kakan Kemenag Langkat H. Ainul Aswad, MA.

Dalam amanatnya, Sekda Amril menyampaikan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang ditujukan kepada seluruh pendidik dengan sapaan, "Yang Terhormat, Guru-Guru Hebat di Seluruh Indonesia".

Disebutkan bahwa selama setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah terus fokus meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui program konkret.

"Tahun 2025 pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berpendidikan D-IV/S-1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru," ucapnya.

Pemerintah juga menyediakan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG), penguatan bimbingan konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), coding, kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah.

Untuk mendukung kesejahteraan, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi bagi guru non-ASN sebesar Rp2 juta per bulan dan tunjangan satu kali gaji pokok untuk guru ASN. Guru honorer menerima insentif Rp300.000 per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Pada 2026 mendatang, kebijakan peningkatan SDM guru akan diperluas dengan pembukaan beasiswa untuk 150.000 guru, peningkatan insentif guru honorer menjadi Rp400.000, pengurangan beban administrasi, hingga pemberlakuan satu hari khusus belajar guru dalam sepekan.

Sekda Amril juga menegaskan bahwa pemerintah memahami peran guru semakin berat di tengah tantangan sosial dan digitalisasi yang kian kompleks. Oleh karena itu, perlindungan terhadap profesi guru menjadi perhatian serius.

"Guru harus tampil percaya diri dan berwibawa. Nota kesepahaman dengan Kepolisian Republik Indonesia telah ditandatangani untuk mendukung penyelesaian masalah yang berkaitan dengan tugas mendidik melalui pendekatan restorative justice," ucapnya.



Tag:

Berita Terkait

Sumut

Gercep! Polres Simalungun Tangani Kebakaran Lahan 4 Hektar

Sumut

Sigap di Tengah Karhutla, Brimob Sumut Amankan Jalur Lintas Siborongborong–Parapat

Sumut

Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga Kunjungi Kejari Binjai

Sumut

Mangihut Sinaga, Praktisi Hukum yang Kini Duduk di DPR RI dari Partai Golkar

Sumut

Resmikan Rumah Aspirasi, Mangihut Sinaga: Layani Warga Dengan Hati Tulus

Sumut

Penyidik Pidsus Kejatisu Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp 13,1 Miliar dari PT Hutama Karya Korupsi Waterfront Pangururan