POSMETRO MEDAN, Simalungun - Kelurahan Amansari, Dolok Batu Nanggar, Simalungun siang itu seperti memiliki denyutnya sendiri. Di bawah redupnya cuaca nan sejuk, warga berkumpul. Dari kursi-kursi plastik yang tersusun rapi, tampak wajah-wajah yang menunggu sesuatu yang lebih dari sekadar sosialisasi biasa.
Di sanalah Darma Putra Rangkuti, Ketua Bapemperda DPRD Sumatera Utara (Sumut) Sekaligus Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong Sumut (MKGR) melangkah masuk. Tidak dengan langkah seorang pejabat, tapi dengan nada seorang pendengar yang tenang, sederhana, dan penuh kesadaran bahwa apa yang dibicarakan siang itu bukan soal aturan, melainkan masa depan.
Itulah momen ketika Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sumut (Ranperda) tentang Kepemudaan dimulai.
Sebuah rancangan yang akan menentukan siapa sebenarnya yang memegang masa depan daerah ini pemerintah, atau pemudanya sendiri.
Pemuda bukan lagi penonton.
Kalimat itu diucapkan Darma dengan suara datar, tetapi mengalun seperti kebenaran yang selama ini terlambat kita akui.
Ranperda Kepemudaan hadir karena zaman menuntutnya.
Hari ini kreativitas bergerak lebih cepat daripada birokrasi.
Inovasi anak-anak muda melaju lebih cepat.
Semangat mereka jauh melompat, bahkan sebelum negara sempat menyediakan tangga.