POSMETRO MEDAN,Langkat - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tanggap Darurat penanganan banjir yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa (2/12/2025).
Rapat ini digelar untuk memastikan seluruh langkah penanganan bencana di 16 kecamatan terdampak berjalan cepat, terarah, dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, TNI–Polri, serta pemerintah pusat melalui BNPB.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.IP, M.Si, Direktur Fasilitas Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, SP, M.Tr, AP, Kabag SDM Polres Langkat Kompol Muhammad Hassan, SH, MH (mewakili Kapolres Langkat), Danramil 07/Stabat Kapten Inf Edi Susanto (mewakili Dandim 0203/Langkat), Sekda Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setdakab, dan kepala perangkat daerah terkait.
Data Terbaru: 437.480 Jiwa Terdampak, 19.434 Mengungsi
Dalam laporannya, Sekda Langkat H. Amril menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan data sementara dampak banjir per 2 Desember 2025. Banjir masih melanda 16 kecamatan, yakni Brandan Barat, Gebang, Besitang, Babalan, Pangkalan Susu, Pematang Jaya, Sei Lepan, Tanjung Pura, Padang Tualang, Sawit Seberang, Batang Serangan, Stabat, Wampu, Binjai, Hinai, dan Secanggang.
Dari hasil pendataan, tercatat:
- Jumlah kecamatan terdampak: 16 kecamatan
- Jumlah jiwa terdampak: 437.480 jiwa
- Jumlah KK terdampak: 115.979 KK
- Jumlah pengungsi: 19.434 jiwa