POSMETRO MEDAN,Karo— Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Festival Mejuah-Juah pada Jumat (12/12) di Taman Mejuah-Juah, Berastagi.
Namun, pelaksanaan kegiatan ini menuai kritik dari masyarakat karena dianggap tidak efektif dan terkesan menghamburkan anggaran, mengingat event hanya digelar satu hari.
Pantauan Posmetro Medan pada Kamis (11/12), panggung utama Festival Mejuah-Juah tampak menghadap ke dinding. Sementara sejumlah stan berada di samping panggung, sehingga berpotensi menyulitkan pengunjung untuk menikmati rangkaian acara.
Irna Tarigan, warga Berastagi, mengaku heran dengan konsep penataan panggung tersebut.
"Saya bingung apa konsepnya. Panggung utama menghadap ke dinding, jadi hanya bisa disaksikan pejabat yang duduk di depan. Pengunjung nanti pasti kesulitan melihat acara. Apakah hanya pejabat yang dapat VVIP? Kenapa area Open Stage tidak dijadikan panggung utama? Itu kan hadapannya jelas ke depan," ujar Irna.
Sementara itu, Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Aset Negara (LAI–BPAN) Kabupaten Karo, Sarjana Ginting, turut menyoroti transparansi anggaran kegiatan tersebut. Melalui pesan WhatsApp, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan festival harus terbuka kepada publik, termasuk soal sumber dan besaran anggaran.
"Harus jelas dari mana anggarannya dan berapa jumlahnya," tegas Sarjana.
Wartawan Posmetro Medan telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, melalui pesan WhatsApp pribadinya. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.(JPG)